← Kembali
Berita
Berita
Rosan targetkan satu emas angkat besi Asian Games 2026
10 September 2026
Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Indonesia (PB PABSI) Rosan Roeslani menargetkan cabang olahraga angkat besi dapat meraih satu medali emas pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.
"Insya Allah, mohon dukungannya mudah-mudahan bisa dapat emas dalam Asian Games," kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.
Rosan mengatakan PB PABSI juga membuka peluang untuk menambah perolehan medali dari cabang angkat besi, termasuk medali perak dan perunggu.
"Kalau kami mungkin satu emas lah, Insya Allah. Tapi lainnya mungkin bisa dapat perak dan perunggu," ujarnya.
Menurut Rosan, salah satu kunci prestasi angkat besi Indonesia adalah pembinaan atlet melalui pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang dilakukan secara berkelanjutan.
Dia mengatakan atlet angkat besi telah menjalani pelatnas secara konsisten sejak 2012. Menurutnya, pola tersebut memang menuntut kedisiplinan tinggi dari para atlet, tetapi hasilnya mulai terlihat dari berbagai prestasi internasional.
Rosan menyampaikan pembinaan berkelanjutan tersebut turut membawa perubahan prestasi angkat besi Indonesia, mulai dari keberhasilan meraih juara dunia hingga medali emas Olimpiade.
Selain pelatnas, Rosan mengatakan regenerasi atlet dilakukan dengan menjaring bibit-bibit baru sejak usia sekolah dasar (SD). PB PABSI menggelar pertandingan minimal dua kali dalam setahun untuk kelompok SD, SMP hingga kelas junior.
Atlet dengan hasil terbaik dari kompetisi tersebut kemudian diseleksi untuk masuk pelatnas dan menjalani pembinaan secara berkelanjutan.
Ia mencontohkan, atlet angkat besi Rizki Juniansyah yang telah menjalani pelatnas sejak usia 14 tahun. Pembinaan jangka panjang tersebut kemudian membuahkan prestasi pada level internasional, termasuk medali emas Olimpiade.
"Rizki itu hasilnya sudah hampir tujuh tahun di pelatnas. Waktu itu, dia umur 14. Kami ikutkan pelatnas. Akhirnya dapat emas," terangnya.
Link Terkait
"Insya Allah, mohon dukungannya mudah-mudahan bisa dapat emas dalam Asian Games," kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.
Rosan mengatakan PB PABSI juga membuka peluang untuk menambah perolehan medali dari cabang angkat besi, termasuk medali perak dan perunggu.
"Kalau kami mungkin satu emas lah, Insya Allah. Tapi lainnya mungkin bisa dapat perak dan perunggu," ujarnya.
Menurut Rosan, salah satu kunci prestasi angkat besi Indonesia adalah pembinaan atlet melalui pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang dilakukan secara berkelanjutan.
Dia mengatakan atlet angkat besi telah menjalani pelatnas secara konsisten sejak 2012. Menurutnya, pola tersebut memang menuntut kedisiplinan tinggi dari para atlet, tetapi hasilnya mulai terlihat dari berbagai prestasi internasional.
Rosan menyampaikan pembinaan berkelanjutan tersebut turut membawa perubahan prestasi angkat besi Indonesia, mulai dari keberhasilan meraih juara dunia hingga medali emas Olimpiade.
Selain pelatnas, Rosan mengatakan regenerasi atlet dilakukan dengan menjaring bibit-bibit baru sejak usia sekolah dasar (SD). PB PABSI menggelar pertandingan minimal dua kali dalam setahun untuk kelompok SD, SMP hingga kelas junior.
Atlet dengan hasil terbaik dari kompetisi tersebut kemudian diseleksi untuk masuk pelatnas dan menjalani pembinaan secara berkelanjutan.
Ia mencontohkan, atlet angkat besi Rizki Juniansyah yang telah menjalani pelatnas sejak usia 14 tahun. Pembinaan jangka panjang tersebut kemudian membuahkan prestasi pada level internasional, termasuk medali emas Olimpiade.
"Rizki itu hasilnya sudah hampir tujuh tahun di pelatnas. Waktu itu, dia umur 14. Kami ikutkan pelatnas. Akhirnya dapat emas," terangnya.